oleh

Gubernur Mirza Ajak Mahasiswa Baru Unila Jadi Penggerak Pembangunan Lampung

LAMPUNG.SIN.CO.ID – Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyampaikan gagasan baru, mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan melalui organisasi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Mahasiswa ke depan adalah agen subjek pembangunan. Bagaimana mahasiswa menyalurkan pemikiran, ide baru yang kreatif, mengasah soft skill melalui organisasi serta beradaptasi terhadap teknologi modern dan AI,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani, kritis, bertanggung jawab dan memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial serta perwujudan keadilan sosial di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus sadar bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa. Persiapkan kualitas diri yang memiliki ilmu dan akhlak untuk menjadi generasi emas Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Gubernur mengingatkan mahasiswa bahwa masa kuliah merupakan kesempatan yang sangat berharga dan tidak dapat diulang. Karena itu, waktu selama berada di kampus harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan.

“Jangan sia-siakan waktu kalian di kampus. Jadikan kampus ini kompetisi kalian dengan seluruh dunia. Kalian berkompetisi bukan hanya dengan teman sebangku atau teman sekelas, tetapi dengan seluruh dunia,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat kolaborasi dengan Unila dalam pembangunan daerah, termasuk melalui pengembangan desa dan riset.

Ia menyebut salah satu bentuk kolaborasi yang akan didorong adalah keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa-desa melalui program Desaku Maju, dengan orientasi memberikan dampak terhadap pembangunan dan perekonomian masyarakat.

Selain itu, Pemprov Lampung bersama Unila juga akan mendorong pengembangan penelitian serta National Cassava Center sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Lampung, khususnya singkong.

“Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, kita ingin desa-desa di Provinsi Lampung tumbuh, besar, bagus dan maju,” katanya.

Gubernur menyampaikan, mahasiswa baru Unila yang berjumlah sekitar 8.330 orang memiliki kesempatan besar untuk menjadi bagian dari proses tersebut.

Ia berharap selama menempuh pendidikan, mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mulai membangun karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadikan lima tahun, empat tahun, atau tiga tahun kalian di kampus sebagai masa berdampak. Belajar ketika di kampus, kita sudah bisa memberikan dampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Diakhir, Gubernur menitipkan masa depan Lampung kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Unila.

“Pemerintah daerah memegang kemudi kebijakan, perguruan tinggi menyalakan mesin inovasi melalui pendidikan. Bersama kita bergerak cepat menuju satu tujuan, yaitu masyarakat yang sejahtera,” katanya.

Gubernur menegaskan, masa depan Lampung sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya.

“Di tangan kalianlah rakyat Lampung ke depan akan sejahtera atau tidak, tergantung dari kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak Unila,” pungkasnya.

News Feed